BD Narkoba, Ditangkap Kenapa Dilepas, Polres Banyuasin "Yang Gini Apa Hukumnya.!!!


Ilustrasi makan sogok
TRIBUNUSBANYUASIN.COM | BANYUASIN - Peredaran narkotika akhir-akhir ini khususnya di wilayah hukum Polres Banyuasin semakin bebas dan meluas saja, pelaku kejahatan penyalahgunaan narkotika ini tidak ada kapok-kapoknya lihat saja pada kemarin hari Rabu Tanggal, (21/04/2021).

Satuan Reserse Narkotika Polres Banyuasin Sumatera Selatan menggerebek bandar (BD) yang sangat meresahkan warga Desa Taja Mulya, (Philip 4) Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Inisial Kt, Rs, Mn, Pg, dan kawan-kawan. Petugas berhasil amankan satu dari 7 (tuju orang) diduga bandar dan pengedar, seorang BD Narkoba yang sudah lama menjadi TO Polres Banyuasin Kamis (22/04/2021).

Dari penggerebekan tersebut Satuan Reserse Narkotika Polres Banyuasin juga amankan barang bukti (BB) narkoba jenis sabu, extasi (inex) senpi, alat timbang digital, kendaraan sepeda motor dan mobil yang digunakan pelaku dalam beroperasi. 

Belum ada penjelasan resmi dari pihak Polres Banyuasin terkait penggerebekan, sarang bandar besar narkoba di Philip 4 Desa Taja Mulya, Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin KT merupakan BD yang tergolong licin tiap digerbek selalu lolos beliau merupakan pemain jaringan antar Kabupaten PALI dan BANYUASIN.

Dari informasi yang berhasil media himpun dan mendengar keterangan warga setempat bahwa hari ini Kamis (22/04/2021) mereka sudah dilepas, bebas pulang kerumah dengar-dengar mereka pulang karena bayar dengan sejumlah uang alias sogok Rp.200.000.000,00 (Dua ratus juta rupiah) Oknum Polres Banyuasin Sumatera Selatan.

Dengan catatan dalam istilah TUKAR KEPALA itu artinya yang ini di lepas untuk tangkap yang lainnya begitu apakah ini memang di perbolehkan di dalam hukum kita..!!!

Ketika media konfirmasi lewat WhatsApp Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi , S.IK., MH melalui Kasat Narkoba Polres Banyuasin Iptu Jatrat Tunggal Wicaksono Prakosa, SH,. belum dapat di hubungi karena nomor kontak beliau belum terkoneksi.

Polisi yang dengan sengaja atau tidak sengaja melepaskan tahanan dapat dijerat dengan Pasal 426 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. 


Selain itu polisi tersebut juga terancam dijatuhi sanksi berupa tindakan disiplin dan/atau hukuman disiplin atau bahkan dapat diberhentikan dengan tidak hormat melalui sidang Komisi Kode Etik Profesi Kepolisian Republik Indonesia.


Sepertinya maklumat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang baru-baru ini tidak di indahkan oleh oknum anggota Polres Banyuasin.

"Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Minta Anggota Polisi Terlibat Narkoba Dibinasakan"(Red).

Posting Komentar

0 Komentar