Gubernur Sumsel Sesalkan SD di Banyuasin Sekolah Tatap Muka Tanpa Izin Orang Tua

TRIBUNUSBANYUASIN.COM | PALEMBANG - Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, menyesalkan di Banyuasin Sumatera Selatan, Sekolah Dasar (SD) kegiatan mengajar dan belajar sudah menerapkan tatap muka tanpa izin dari orang tua. Herman Deru mengatakan pihak sekolah wajib meminta persetujuan orang tua apakah anak tersebut sudah boleh tatap muka atau belum.


“Kementerian Pendidikan memang sudah menganjurkan uji coba sekolah tatap muka tahun ini, tapi bukan berarti pihak sekolah mewajibkan semua anak didiknya sekolah tatap muka. Harus pakai surat persetujuan dulu dari orang tua, karena sekarang masih dalam pandemic Covid 19. Jangan di paksakan semua anak harus sekolah tatap muka, apalagi masih SD,” kata Herman Deru.



Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Riza Falepi


Senada diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Riza Fahlevi, mengatakan sekolah tatap muka di mulai tahun ini dan hanya uji coba saja, namun harus tetap meminta persetujuan orang tua.


“Bila ada yang sekolah tatap muka saat ini itu hanya uji coba saja dan itu harus tetap meminta persetujuan orang tua. Sebab saat ini masih dalam pandemic COVID-19 jadi bila ada orang tua yang masih khawatir akan keamanan sekolah tatap muka, boleh tetap sekolah daring dari rumah,” jelas Riza Falepi.


Menurut Riza Falepi sebelum menerapkan sekolah tatap muka, pihak sekolah harus tahu dulu kondisi daerah mereka apakah sudah dalam zona aman penyebaran COVID-19 apakah masih zona merah. Artinya pihak sekolah harus bekerja sama dengan pihak terkait sebelum memutuskan untuk sekolah tatap muka.

Salah satu suasana SD Negeri di Banyuasin yang menerapkan sekolah tatap muka

“Walaupun dibolehkan untuk sekolah tatap muka, pihak sekolah itu harus tahu juga apakah lingkungan mereka sudah aman dari penyebaran COVID-19. Termasuk para guru sudah semua divaksin COVID-19, 2 kali tahapan apa belum, jangan asal langsung sekolah tatap muka saja,” ujar Riza Falepi.


Riza Fahlevi juga menyampaikan semua SMA sederajat dan SLB belum secara murni semuanya pembelajaran tatap muka. Andaikan sekolah tatap muka itu ada namun sangat terbatas.


Sekedar mengingatkan sejak 3 minggu terakhir Sekolah Dasar di wilayah Banyuasin sudah menerapkan sekolah tatap muka. Ironisnya dari keterangan orang tua murid pihak sekolah tidak meminta persetujuan orang tua lagi.

“Tidak ada pemberitahuan apapun atau permintaan persetujuan orang tua untuk anak kami sekolah lagi. Guru langsung saja memberitahu melalui grup WA kalau besok Senin, (12/04/2021) anak-anak disuruh kesekolah dengan pakaian sekolah. Sebelumnya anak kami ngumpul tugas kesekolah setiap minggu tidak boleh pakai baju sekolah,” kata Epri wali siswa SDN di Talang Kelapa.


Menurut Epri saat anaknya belajar di sekolah, melalui grup WA guru memberi tahu agar anak-anak cepat di jemput. Karena para guru mau di vaksin COVID-19 di sekolah itu hari Kamis (29/4/2021). Artinya semua guru belum di vaksin 2 kali tahapan anak-anak sudah disuruh sekolah tatap muka.


Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banyuasin Aminuddin, tidak pernah bisa di konfirmasi. Di temui di kantornya tidak pernah ada di tempat, sementara di hubungi via ponselnya tidak ada yang aktif. (Kn).

Posting Komentar

0 Komentar