KABUPATEN BANYUASIN, KEJAHATAN PENGUASA PADA RAKYATNYA

TRIBUNUSBANYUASIN.COM | BANYUASIN Kepada para rekan-rekan wartawan jurnalis, Insan Pers dan Saudara/riku sebangsa, senegara, dan se-tanak air seperti kita ikrar kan di dalam Sumpah Pemuda. Mari kita berbagi suka dan duka.


" Sebelumnya saya ucapkan dan doakan; Segala puji bagi ALLAH, S.W.T. dan selawat kita curahkan kepada junjungan kita Nabi AGUNG MUHAMMAD, S.A.W. Surat ini hadir dari rahmat Allah yang telah menggerakkan hati saya untuk membuat artikel ini setidak-tidaknya dapat menggambarkan kondisi bangsa dan negara saat ini khususnya di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.


" Sebab rahmat tuhan yang begitu Agung laksana cahaya bintang-bintang yang menghiasi cakrawala semuanya membentuk kerlap-kerlip cahaya yang indah menerangi angkasa yang gelap-gulita sebagai cahaya di atas taman surga taman yang tak terkira.


Tuhan telah menjanjikan para pemimpin bangsa tempat syurga, karena keluhuran budi, kebajikan dan keberaniannya yang tiada tara melawan musuh pengkhianat bangsa penjaja (Kapitalis, Radikalis, dan Para koruptor).


Termasuk antaranya pemimpin lembaga-lembaga negara yang berperang untuk menegakkan keadilan demi terciptanya dan terpenuhinya hak dari segala kaum, sukuh, etnis tiap-tiap masyarakat di dalam bingkai NKRI Ini, Jumat (28/05/2021).


" Sebagai negara hukum yang Demokrasi PANCASILA, UUD, 45 (HAM). Sudah jelas segala sesuatu itu diatur oleh hukum dan Jelas pada UUD, 1945 Pada pasal 28 D ayat 1 menyatakan “Setiap orang berhak atas pengakuan jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.


Relevansi antara uang hasil korupsi terhadap sanksi pidana yang lepas (terhadap pelaku) yang dimaksud dalam pasal 4 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (“UU 31/1999”) serta penjelasannya.


Oh ya, saya, menduga nomor telepon seluler dan WhatsApp ini sudah di sadap oleh Cyber Crime Polres Banyuasin, Polda Sumsel yang mempunyai kepentingan bersifat pribadi dan kelompok dengan itikad jahat terhadap yang selalu mengangkat berita kejahatan para oknum pejabat pemerintah daerah yang koruptor, kegiatan mafia tanah narkoba dan segala bentuk kejahatan lainnya.


Andai itu ia… artinya oknum anggota Polri cyber crime ini bekerja untuk pengkhianat rakyat, penjajah bangsa, yang dapat merongrong kedaulatan negara indonesia.


Gimana tidak sepertinya atas apa aset, kas daerah APBD bantuan dari luar daerah baik dari provinsi maupun dari APBN juga bantuan dari pihak-pihak lain perusahaan (CSR), dan pemangku kepentingan, itu merasa miliknya semua secara pribadi. 


Contohnya saja seorang wartawan kalau sudah memberitakan kondisi sesungguhnya Kabupaten Banyuasin yang koruptor lah, penyalahgunaan wewenang lah, kolusi bersama-bersama berjamaah lah dan nepotisme jangan berharap hak-haknya sebagai wartawan didapatkannya dari Pemkab Banyuasin.

Sepertinya para media yang ada di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan ini di peruntukannya membuat suatu kebohongan publik. Ironi produk berita yang dikabarkan oleh media atau yang dihasilkan oleh wartawan yang bekerja di banyuasin ini berita mengabarkan tidak sesuai dengan fakta lapangan.


KABUPATEN BANYUASIN, KEJAHATAN PENGUASA PADA RAKYATNYA


Baca arsip berita di bawa ini :

http://www.tribunusbanyuasin.com/2021/05/kasus-dd-kabupaten-banyuasin-sudah.html?m=1


http://www.tribunusbanyuasin.com/2021/04/rokia-seorang-ibu-rumah-tangga-meminta.html?m=1


http://www.tribunusbanyuasin.com/2021/04/bd-narkoba-ditangkap-kenapa-dilepas.html?m=1


http://www.tribunusbanyuasin.com/2021/04/seorang-preman-kampung-ancam-wartawan.html?m=1


http://www.tribunusbanyuasin.com/2021/04/ketua-presidium-mbm-smblk-dpc-awni.html


http://www.tribunusbanyuasin.com/2021/04/kepastian-hukum-di-pemkab-banyuasin.html


http://www.tribunusbanyuasin.com/2021/04/pengakuan-seorang-wartawan-kabupaten.html


http://jelajahperkara.com/polda-sumsel-harus-menindak-pengaduan-pelanggaran-uu-no-40-tahun-1999-tentang-persuu-iteancam-keselamatan-wartawan/


http://www.tribunusbanyuasin.com/2021/05/polres-banyuasin-berkelit-untuk.html?m=1


http://www.tribunusbanyuasin.com/2021/04/pengaduan-di-polda-sum-sel-pelanggaran.html


Karena itu semua keinginan oknum Pejabat Pemkab Banyuasin, keinginan seseorang demi kepentingan keuntungannya dapat mempengaruhi isi tiap-tiap berita yang dihasilkan dan di publikasikan oleh beberapa media yang pro Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan yang sangat zalim seperti saat ini.

UU Nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers dan UU 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. TERCATAT Suatu Preseden Buruk Untuk Dunia Pers Nasional Pada Pemerintah Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Masa Bupati H. Askolani (sejak dilantik pada 18 September 2018 untuk 5 tahun ke depan).


Sesuai dengan berita di bawa ini :

http://www.tribunusbanyuasin.com/2021/04/ini-suatu-preseden-buruk-untuk-dunia.html


BANYUASIN 15 AGUSTUS 2020

Nomor Surat : 0011/KN/PMG/llX/2020

Lampiran      : terlampir

Perihal          : 

  • Ujaran Kebencian Menggunakan Medsos, dan 

  • Mengkriminalisasi, Diskriminasi, Sabotase dan Tanpa Hak Menghalang Halangi Kerja Wartawan.

Untuk Diproses Secara Hukum


Kepada Yth :

  • Kapolri,

  • Kapolda Sumsel,

Cq/Subdit Cyber Crime Polda Sumsel


TERLAPOR :

  1. Akun Facebook Cintasejati

  2. H. Askolani (Bupati Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan)


  1. Pasal 1 ayat 5 Pasal 5 (1)huruf a angka 2 dan 4 Pasal 5 (2) UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP. UU nomor 19 tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi Elektronik (ITE). 

  2. Laporan polisi nomor : 0011/KN/PMG/llX/2020 Terkait akun medsos facebook Cinta Sejati diduga akun palsu dan akun tersebut sudah meng intimidasi di medsos sesuai dengan UU ITE Karna di akun medsos saya KeizalinNews Banyuasin, Ini suatu preseden buruk untuk dunia pers nasional pada pemerintah Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan masa Bupati H. Askolani Jasi terkait kemerdekaan Pers dan keterbukaan publik yang sudah terjadi.

  3. Suatu bentuk kriminalisasi, kebiri, pembredelan pada karya tulis wartawan yang melaksanakan kerja kejurnalisannya sesuai dengan UU No 40 tahun 1999 tentang pers dan UU 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dan

  4. Berbohong dalam memberi keterangan pada wartawan dengan niat dan tujuan yang tidak baik Pasal 242 KUHP mengatur mengenai pemberian sumpah palsu dan keterangan palsu.

    1. “Kami sudah ada itikad baik kepada penulis berita yakni RP. Tapi disayangkan, tidak mau mendengar dan merasa paling benar,” ungkapnya. (tidak benar sampai sekarang ini belum ada itikad baik setidaknya memberikan penjelasan atas tiap-tiap berita kasus KKN Kab, Banyuasin Sumsel tersebut).

    2. Di tempat lain RP saat dihubungi melalui telepon, belum bisa memberikan keterangan karena masih tugas di luar. (tidak benar).

Wartawan khususnya di kabupaten banyuasin saat ini bagi yang tidak ikut seperti yang diinginkan oleh oknum (..) wartawan tersebut tidak akan mendapat kan hak nya seorang wartawan semuanya ditutup setiap kegiatan tidak diikut sertakan jangankan yang baru mau terjadi yang sudah disepakati saja MoU berita Iklan ADV tidak dibayar oleh Pemkab Banyuasin atas keinginan Oknum Pejabat pemerintah daerah Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan tersebut, (Raja Kecil).


Itu artinya dia merasa Aset, APBD, dan kekayaan daerah tersebut miliknya pribadi, padahal itu semua milik masyarakat dia hanya menjalankan roda pemerintahan daerah sesuai dengan Peraturan dan Perundangan-undangan yang berlaku, bahkan dia dituntut bekerja keras semaksimal mungkin guna mensejahterakan rakyat dengan memenuhi hak-hak tiap-tiap kelompok dan kaum dengan seadil-adilnya. hal ini suatu keharusan seorang pejabat pemerintah atas upah dan fasilitas yang sudah diberikan atau inventarisasi rakyat pada dirinya.


Sekarang kenapa lo kuasai,,mbak, milik lo pribadi..???


Ada adagium yang sangat terkenal dalam hukum pidana iaitu,”lebih baik membebaskan seribu orang bersalah daripada menghukum satu orang yang benar”. adagium ini mengisyaratkan bahwa ketika satu orang benar atau tidak bersalah dijatuhi hukuman, maka Runtuhlah Hukum Itu.


MOTIVATOR, Dunia tidak akan kekurangan alasan untuk menyalahkan yang benar dan/atau untuk membenarkan yang salah. Bagai manapun cerdiknya seseorang menyiasati kehidupannya, akhirnya ia akan menjadi orang yang kalah dan merugi juga, jika ia tidak mempunyai kejujuran dan keikhlasan dalam menjalani kehidupannya. Sesuatu yang baik untuk membangun kehidupan yang mulia dan bermartabat, tidak akan pernah tercapai, jika tidak memiliki tiga hal yaitu punya komitmen yang jelas, punya sikap konsisten, dan dilaksanakan secara terus-menerus dan berkelanjutan.


Dari : Roni Paslah pimpinan redaksi media On-line tribunusbanyuasin.com di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan.

Posting Komentar

0 Komentar